5 Letusan Gunung Berapi Terbesar Abad 20

letusan lava
Sumber : en.wikipedia.org

Berikut adalah beberapa letusan gunung berapi terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Letusan dari gunung-gunung ini selain menghancurkan kota dan lingkungan, juga mengakibatkan hilangnya ribuan nyawa manusia.

Gunung Tambora – Indonesia

Letusan Gunung Tambora pada tahun 1815 dicatat sebagai letusan terbesar sepanjang sejarah yang pernah ada. Gunung yang masih aktif ini merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang terletak di pulau Sumbawa.

Letusan terjadi pada April 1815 dan suaranya terdengar hingga pulau Sumatera. Gunung Tambora menyemburkan abu setinggi 45 km ke langit, dan menghasilkan 400 juta ton asap, menyebabkan perubahan suhu di seluruh dunia. Pada tahun 1816, akibat asap tersebut, negara-negara di Eropa tidak mengalami musim panas.

Akibat letusan Gunung Tambora, lebih dari 100.000 orang meninggal karena menghisap asap beracun yang menyebabkan infeksi paru-paru massal.

Gunung Pelee – Prancis

Gunung Pelee merupakan gunung berapi aktif yang terletak di bagian ujung utara dari kepulauan Karibia. Gunung ini terkenal dengan letusan pada tahun 1902 yang menewaskan lebih dari 30.000 orang dan disebut bencana gunung api terburuk pada abad ke-20.

Pada waktu itu, kota St. Pierre merupakan salah satu destinasi favorit turis yang terletak di kaki Gunung Pelee. Tiba-tiba saja, Gunung Pelee menjadi aktif, membuat tanah berguncang dan abu bersemburan ke segala arah. Sejumlah hewan seperti kelabang dan ular melarikan diri dari letusan dengan menyerbu kota, sehingga menyebabkan kepanikan penduduk.

Pihak pemerintah berusaha menenangkan penduduk dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja serta meminta penduduk tetap tinggal. Pada 8 Mei 1902, Gunung Pelee meletus dan menghujani kota dengan asap, abu, dan batu-batuan dengan kecepatan 160 km per jam. Dalam hitungan menit, kota St. Pierre ditutupi gas panas dan batu-batuan. Dari 30.000 penduduk, hanya 3 orang yang dilaporkan selamat dari bencana dahsyat tersebut.

Louis-Auguste Cyparis selamat karena dia berada di dalam ruangan berventilasi sempit sehingga gas panas tidak dapat masuk terlalu banyak. Léon Compère-Léandre tinggal di pinggir kota dan lolos dengan luka bakar parah. Havivra Da Ifrile melarikan diri dengan sebuah perahu kecil dan ditemukan dalam kondisi tidak sadar 3 km dari pulau.

Gunung Krakatau – Indonesia

Setelah mengeluarkan suara gemuruh selama berminggu-minggu, akhirnya Gunung Krakatau mencapai klimaksnya dengan ledakan besar pada 26-27 April 1883. Letusan eksplosif Gunung Krakatau juga menyebabkan tsunami dengan ketinggian gelombang 40 meter yang ombaknya terbawa hingga Afrika Selatan.

Kombinasi antara aliran gas panas dan bebatuan, abu vulkanik, dan tsunami mengakibatkan bencana di daerah sekitar letusan. Dari 3.000 penduduk pulau Sebesi yang berlokasi 13 km dari Krakatau, tidak ada seorang pun yang selamat. Lebih dari 1.000 jiwa di Ketimbang juga meninggal akibat menghirup asap beracun. Ditambah dengan tsunami, lebih dari 36.000 orang meninggal dalam peristiwa ini.

Besarnya letusan bahkan menghancurkan pulau yang menjadi lokasi gunung itu sendiri. Pada tahun 1927, terjadi lagi sebuah letusan yang menciptakan sebuah kawah di sekeliling gunung, dikenal dengan nama Anak Krakatau.

Gunung Nevada del Ruiz – Kolombia

Pada tahun 1985, letusan gunung ini membunuh lebih dari 23.000 orang yang tinggal di kota Armero. Letusan terjadi pada malam hari sehingga penduduk tidak sempat melarikan diri.

Gunung Nevada del Ruiz tersusun dari sejumlah lapisan lava yang bercampur dengan abu vulkanik dan batuan piroklastik lainnya. Letusan dari Nevada del Ruiz menimbulkan aliran lahar dalam jumlah besar, ditambah lagi gas panas dan lava melelehkan puncak es pada gunung, menambah kuantitas aliran.

Gunung Huaynaputina – Peru

Letusan Gunung Huaynaputina dicatat sebagai letusan gunung berapi terbesar yang pernah terjadi di Amerika Selatan. Letusannya mengakibatkan aliran lumpur sejauh 120 km, dan mempengaruhi iklim secara global. Musim panas setelah letusan merupakan musim panas terdingin selama 500 tahun.

Abu vulkanik dari letusan mengubur daerah di sebelah barat gunung seluas 50 km persegi, yang mana sampai hari ini masih tetap tertutup abu. Kota Arequipa yang dihujani abu vulkanik, dalam waktu 24 jam ditutupi abu setebal 25 cm.

Saat meletus pada 5 Maret 1600, Gunung Huaynaputina menghasilkan 10 milyar ton tephra (abu dan batu-batuan) dan lahar yang mengalir sejauh 13 km. Secara keseluruhan, letusan Gunung Huaynaputina membunuh 1.500 orang dan abunya mengubur 10 desa.

Leave a Reply