Anjing Rakun – Anjing atau Rakun?

anjing rakun
Sumber : www.arkive.org

Anjing rakun atau Tanuki merupakan spesies canine (sejenis anjing) yang menjadi hewan endemik di Asia Timur, khususnya Jepang. Meskipun terlihat sangat mirip dengan rakun, anjing rakun sama sekali tidak memiliki hubungan kerabat dengan rakun yang ditemukan di Amerika Utara.

Anjing rakun juga merupakan spesies unik di mana merupakan satu-satunya kelompok canine yang menjalani hibernasi selama musim dingin. Selama hibernasi, anjing rakun dapat tidur selama berbulan-bulan hingga menjelang musim semi.

Walaupun merupakan kelompok canine, anjing rakun memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh spesies anjing lainnya, yaitu menangkap ikan di sungai dan memanjat pohon. Kemampuannya ini diyakini sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan hidupnya di hutan.

Seperti canine lainnya, anjing rakun merupakan hewan karnivora yang bertahan hidup dengan memburu hewan lainnya. Makanan utama anjing rakun adalah kodok dan ikan sungai, bersama dengan burung-burung kecil, tikus, telur, dan beberapa jenis serangga tertentu.

Musim panas yang berlangsung mulai dari April merupakan musim dimana anak-anak anjing rakun lahir. Rata-rata anjing rakun betina melahirkan 5-16 ekor anak anjing. Saat lahir, biasanya anak-anak anjing rakun buta sehingga membutuhkan induknya untuk mencari makan.

Dengan berbagai musuh predator seperti serigala, rubah, dan kucing hutan, ditambah dengan perburuan oleh manusia untuk mengincar bulu mereka, jumlah anjing rakun semakin berkurang dan terancam punah. Di Jepang, anjing rakun kini masuk dalam daftar hewan yang dilindungi.

Leave a Reply