Budaya Pemotongan Jari Sebagai Bentuk Dukacita

suku Dani
Sumber : http://www.odditycentral.com/

Di masa lalu, banyak praktik-praktik kuno yang sadis dijalankan tanpa tujuan dan manfaat yang jelas. Satu di antaranya adalah praktik pemotongan jari oleh wanita di suku Dani setiap kali ada anggota keluarga yang meninggal.

Kehilangan orang yang dekat dengan kita merupakan hal yang sangat menyedihkan dan sering kali memberikan tekanan batin. Bagi suku pedalaman Dani di Papua selain mengalami tekanan batin, mereka masih harus menderita sakit secara fisik.

Para pelaku praktik sadis ini biasanya adalah wanita-wanita yang memiliki hubungan kerabat dengan orang yang meninggal. Sebelum dipotong, jari mereka akan diikat dengan benang selama 30 menit atau lebih. Setelah proses amputasi, ujung jari akan dibiarkan kering lalu dibakar dan direndam dengan abu.

Alasan lain dari tradisi ini adalah untuk melambangkan penderitaan dan sakit yang dialami ketika kita kehilangan seseorang. Untuk alasan yang satu ini, biasanya yang menjalani pemotongan jari adalah anggota keluarga yang dekat, seperti ibu, ayah, atau saudara yang meninggal.

Praktik ini telah dilarang oleh pemerintah dalam beberapa tahun belakangan. Walaupun begitu, jika anda mengunjungi suku ini, sangat susah untuk menemukan wanita-wanita paruh baya dengan jari yang masih lengkap.

Leave a Reply