Cinderella Surgery

cinderella surgery
Sumber : http://www.odditycentral.com/

Masih ingat dengan klimaks dari cerita Cinderella? Sang Pangeran mencari pemilik sepatu kaca misterius dengan memakaikannya kepada setiap gadis di seluruh negeri. Cerita berakhir bahagia ketika Cinderella sebagai satu-satunya gadis yang kakinya berhasil masuk ke dalam sepatu kaca.

Kisah dongeng ini tampaknya tidak berakhir begitu saja dewasa ini. Mengikuti operasi pemotongan rahang dan mengubahan garis tangan, kini hadir operasi pemendekan kuku kaki, atau yang lebih dikenal dengan nama “Cinderella Surgery”.

Sesuai dengan namanya, operasi ini memang kerap dikaitkan dengan kaki Cinderella yang sangat kecil sehingga sepatunya tidak muat di kaki gadis-gadis lain. Dalam prosedur Cinderella Surgery, jari-jari kaki pasien akan dipotong dan dipendekkan agar ukurannya sempurna saat memakai sepatu.

Seperti halnya operasi plastik lainnya, Cinderella Surgery telah mengundang protes kerasdari masyarakat. Pemotongan jari kuku hanya demi mendapatkan bentuk kuku yang lebih sempurna dianggap sangat berlebihan dan tidak seharusnya dipraktikkan di mana pun.

Meski begitu, tidak lama setelah operasi ini mulai dipraktekkan, banyak wanita yang berbondong-bondong mengantri untuk mengubah bentuk jari-jari kakinya. Hal ini menunjukkan pengubahan bentuk tubu secara instan memang sangat diminati oleh para wanita.

Salah satu wanita yang mencoba Cinderella Surgery adalah Paulina Charlikowska, yang menghabiskan dana hingga Rp. 75 juta untuk mendapatkan bentuk kaki impiannya. Paulina yang memiliki sebuah salon kecantikan di Inggris menjelaskan dia tidak pernah suka pada bentuk kakinya sejak dulu.

Ketika mendengar adanya operasi yang bisa mengubah bentuk kakinya, Paulina segera memutuskan untuk mendaftar. Di bawah obat bius lokal, Paulina mengatakan dia melihat bagaimana tulangnya diremukkan dan dipotong. Walaupun kedengaran menyeramkan, namun Paulina tidak merasakan apa pun karena adanya obat bius.

Setelah prosedur operasi selesai, Paulina masih harus menggunakan kawat-kawat khusus di jari kakinya selama 5 minggu. Namun, Paulina yakin keputusannya sangat tepat karena sekarang ukuran kakinya lebih kecil 1 nomor dan tampak lebih proporsional.

Dr. Jason Hargrave, ahli bedah podiatric menjelaskan jika operasi sejenis biasanya bersifat tren. Kepopuleran film “Sex and The City” misalnya merupakan salah satu faktor pendukung yang membuat para wanita berharap dapat mengenakan high heel dengan sempurna.

Menurut konsultan orthopedic Andrea Scott, Cinderella Surgery sangat tidak disarankan, apalagi hanya demo alasan kecantikan. Operasi sejenis ini biasanya hanya diterapkan untuk kondisi darurat dan terpaksa dimana ada ruas atau tulang jari yang harus dibuang untuk mencegah infeksi berlanjut.

Menurut Andrea, kebanyakan dokter bedah orthopedic akan memperingatkan pasien akan resiko dari operasi ini. Prosedur yang meliputi proses pemotongan jari kaki hingga terbuka, penggergajian tulang jari berlebih, dan penjahitan luka kembali memiliki resiko rasa sakit pada kaki dalam jangka panjang, otot kaki kram, pendarahan, dan sebagainya.

Leave a Reply