Kaum Hantu di Tanzania

kaum albino
Sumber : http://www.dailymail.co.uk/

Albino adalah kondisi genetik dimana kulit, rambut, dan mata kekurangan pigmen melanin yang melindungi tubuh dari sinar ultraviolet matahari. Karakteristik ini menyebabkan orang albino memiliki kulit pucat, rambut putih, dan mata berwarna merah. Mata mereka yang sensiitif sangat peka terhadap sinar matahari sehingga ketika berada di luar ruangan mereka harus memakai topi atau kacamata untuk melindungi mata dari sinar matahari.

Di kebanyakan negara Afrika, terutama di Tanzania, orang-orang albino dianggap merupakan bagian dari kutukan dan tubuh mereka mengandung sihir. Hal ini menyebabkan kaum minoritas ini diburu dan dibantai oleh penduduk lokal. Potongan tubuh mereka akan dipakai untuk membuat ramuan manusia yang dipakai sebagai obat tradisional sedangkan tulang mereka dikubur oleh para penambang yang percaya bahwa tulang-tulang ini dapat berubah menjadi berlian. Para nelayan akan menenun rambut albino ke jaring mereka agar bisa mendapatkan tangkapan yang besar.

kaum albino
Sumber : http://www.dailymail.co.uk/

Perlakuan kejam ini membuat kaum albino menderita ketakutan dan hidup dalam teror. Kabanga Protectorate Center yang terletak di sebelah barat laut Afrika Timur dekat perbatasan Burundi kini menjadi tempat bernaung kaum albino. Oleh masyarakat sekitar, mereka dikenal dengan “Kaum Hantu” atau “Kaum Tidak Terlihat”.

Fotografer sekaligus jurnalis, Jacquelyn Martin, menghabiskan waktu 3,5 minggu di Tanzania dan mendokumentasikan kehidupan mereka dalam proyeknya yang berjudul “Tribe of Ghost”. Dalam wawancaranya, Jacquelyn menyebut kaum ini sebagai orang-orang dengan penampilan unik dan indah.

kaum albino
Sumber : http://www.dailymail.co.uk/

Kebanyakan dari orang albino di pusat perlindungan ini merupakan orang-orang buangan yang diusir atau lari karena diburu. Sebagian penghuninya dikirim oleh orang tuanya demi keamanan mereka dari serbuan komunitas mereka. Banyak anak yang berharap suatu hari nanti dapat pulang ke rumah dan hidup secara normal.

Serangan-serangan terhadap kaum albino menjadi berita sehari-hari bagi mereka. Seorang wanita berusia 33 tahun diserang dan tangannya dipotong dengan parang oleh seorang pria. Sebelumnya, seorang anak albino juga meninggal setelah diserang di wilayah Tabora. Bahkan walaupun tidak diserang, mereka juga diperlakukan berbeda oleh masyarakat. Seorang gadis albino mengatakan bahwa petugas toko tempat dia biasa membeli keperluan sehari-hari tidak pernah melihatnya langsung, melainkan hanya mengambil uangnya sambil melihat ke arah lain.

kaum albino
Sumber : http://www.dailymail.co.uk/

Perlakuan tidak adil ini membuat sejumlah anak-anak di Kabanga memiliki cita-cita memperjuangkan nasib kaumnya. Salah seorang anak ingin menjadi politisi agar bisa berbicara atas nama kaum mereka, anak yang lain ingin menjadi pengacara untuk membela hak kaum albino, seorang anak ingin menjadi guru agar bisa mendidik anak-anak albino, dan anak lain ingin menjadi jurnalis agar bisa menceritakan kisah orang-orang yang memiliki gen albino.

Jacquelyn berharap pemerintah pusat bisa lebih giat mengampanyekan perlindungan dan persamaan hak bagi kaum albino. Jacquelyn sendiri berharap agar foto-foto dan kisah yang dipublikasikannya dapat menggugah lebih banyak orang akan keberadaan kaum albino.

kaum albino
Sumber : http://www.dailymail.co.uk/

Bersama dengan organisasi amal, Asante Mariamu, Jacquelyn mencoba untuk meningkatkan kesadaran akan krisis hak asasi manusia yang berlangsung di Afrika terhadap kaum albino. Organisasi ini berusaha mengumpulkan lebih banyak orang albino untuk dapat mengerti mereka lebih dalam, dan menepis mitos-mitos tentang khasiat organ tubuh orang albino.

kaum albino
Sumber : http://www.dailymail.co.uk/

Leave a Reply