Kim Ung Yong – Pria Jenius yang Memilih Hidup Normal

Kim Ung-Yong
Sumber : www.toptenz.net

Salah satu standar kecerdasan yang diakui dunia adalah nilai IQ (Intelligent Quality) seseorang. Orang-orang dengan nilai IQ tinggi akan disebut jenius dan sering diramalkan sebagai calon ilmuwan besar di masa depan.

Kim Ung Yong asal korea Selatan memiliki nilai IQ 210 sehingga menjadikannya sebagai salah satu manusia tercerdas di muka bumi. Pencapaiannya di usia belia membuat banyak orang terkejut dan berdecak kagum.

Kemampuannya yang luar biasa membuat Kim Ung Yong memasuki bangku kuliah sebagai mahasiswa fisika pada usia 3 tahun. Pada usia 4 tahun, Kim Ung Yong mampu berbicara dalam bahasa Korea, Jepang, Inggris, Jerman, China, Spanyol, dan beberapa bahasa lain. Dia juga menulis puisi dalam bahasa Korea dan China serta menulis 2 buku tentang puisi.

Di usianya yang kelima, Kim Ung Yong berhasil memecahkan diferensial rumit dan masalah integral matematika. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kim Ung Yong diundang oleh pihak NASA ke Amerika dan memulai karirnya selama 10 tahun di NASA.

Prestasi Kim Ung Yong yang berhasil menerima gelar PhD-nya di usia 15 tahun membuatnya menjadi sangat terkenal dan dikenal sebagai anak ajaib. Dunia pun meramalkan bahwa dia akan sukses di masa depan dengan menduduki posisi penting di pemerintahan. Namun, Kim Ung Yong di luar dugaan semua orang memilih kembali ke Korea dan bekerja sebagai karyawan biasa.

Keputusannya ini membuat banyak orang, terutama masyarakat Korea kecewa karena bintang mereka gagal menjadi salah satu pemimpin dunia. Meski begitu, Kim Ung Yong sendiri sama sekali tidak menyesali keputusannya kembali ke negaranya.

Dalam wawancanya, Kim Ung Yong menuturkan bahwa bekerja di NASA selama 10 tahun sama sekali bukan pekerjaan impiannya. Dia bekerja seperti mesin yang diprogram tanpa kehadiran keluarga dan teman-teman di sela-sela kehidupannya. Kehidupan yang santai dan tenang seperti sekarang dinilai Kim Ung Yong merupakan bentuk kehidupan paling sempurna baginya.

Leave a Reply