Kisah The Notebook dalam Dunia Nyata

Jack dan Phyllis Potter
Sumber : www.express.co.uk

Apakah anda pernah menyaksikan film “The Notebook” yang diangkat dari novel bestseller karya Nicholas Sparks? Film yang dibintangi oleh Ryan Gosling dan Rachel McAdams tersebut menceritakan seorang pria yang selalu berbagi kisah-
kisah kepada seorang wanita penderita dementia (gangguan fungsi otak yang mengakibatkan hilangnya ingatan dan sejumlah kemampuan dasar lainnya) melalui buku catatannya.

Kisah cinta yang mengharukan tersebut memenangkan 8 penghargaan dan menerima pujian dari banyak kritikus film. Walaupun kisahnya diadaptasi dari novel, namun kisah sejenis ternyata benar-benar terjadi di dunia nyata.

Pasangan Jack dan Phyllis Potter adalah potret nyata kisah The Notebook. Pasangan yang telah menikah selama 70 tahun ini menghabiskan banyak waktu mereka di rumah perawatan dimana Phyllis dirawat karena penyakit dementia yang dia alami.

Jack memiliki kebiasaan menulis catatan harian sejak dia kecil, dan kebiasaan tersebut berlanjut hingga dia dewasa. Pertemuannya dengan Phyllis pada 4 Oktober 1941 ikut tercantum dengan indah di salah satu halaman buku catatannya.

Jack segera jatuh cinta pada Phyllis pada pertemuan pertama mereka. Keduanya kemudian menikah 16 bulan kemudian dan tinggal di Kent selama lebih dari 50 tahun, hingga dementia Phyllis membuatnya harus masuk ke rumah perawatan.

Hal ini sama sekali tidak mengubah perasaan Jack terhadap Phyllis sedikit pun. Setiap hari, Jack akan mengunjungi istrinya dengan membawa buku hariannya. Dengan sabar, Jack membacakan isi buku hariannya dimana kisah mereka berdua terekam dengan jelas di setiap lembarnya.

Sesekali, Jack akan membawakan foto keluarga dan teman mereka untuk Phyllis. Walaupun mengidap dementia, Phyllis tampaknya tidak melupakan Jack karena dia selalu senang melihat Jack datang dan kerap tersenyum mendengar cerita Jack.

Keduanya merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-70 di Copper Beeches dan menerima ucapan selamat langsung dari Ratu Elizabeth. Jack mengatakan kalau moto mereka adalah “Que sera, sera” (apa pun yang terjadi, terjadinya).

Leave a Reply