Origami dan Sushi menjadi Soal Ujian Masuk Calon Dokter Bedah

Untuk mendapatkan kandidat yang benar-benar akan memilki konsentrasi bagus dan kesabaran tinggi, sebuah rumah sakit di Jepang memberikan ujian berupa melipat origami dan membuat sushi kepada calon siswa medikal mereka.

Kurashiki Central Hospital hanya menerima 40 siswa magang tahun ini, dan untuk memastikan mereka mendapatkan kandidat yang unggul, sejumlah test tidak biasa pun dibuat. Diyakini, dengan test-test ini, mereka bisa melihat tingkat fokus dan ketelitian siswa.

Origami harus dilipat menjadi origami bangau dengan menggunakan bantuan alat-alat bedah. Hal ini kedengaran sederhana sekali. Namun, bagaimana jika ukuran dari origami yang harus anda lipat hanya sebesar 1.5 cm kuadrat?

Test kedua adalah menyusun kembali tubuh serangga yang telah dipotong-potong. Ukuran serangga tersebut hanya 35 mm, namun terdiri dari 13 bagian yang berbeda. Siswa harus menyusun kembali tanpa merusak 1 bagian pun.

Test terakhir adalah membuat 1 set sushi sesuai dengan model yang diberikan. Ukuran dari tiap sushi adalah 1 butir nasi ditambah dengan topping yang diberikan. Di akhir, anda harus menciptakan 1 set miniatur sushi berukuran 5 mm.

Masing-masing dari test berlangsung selama 15 menit, dan jika siswa tidak berhasil, maka mereka dianggap gagal. Menurut pihak rumah sakit, kombinasi dari konsentrasi, tangan yang stabil, serta ketelitian merupakan keahlian wajib jika seseorang ingin menjadi dokter bedah yang handal.

Sumber : http://www.odditycentral.com/
Sumber : http://www.odditycentral.com/
Sumber : http://www.odditycentral.com/
Sumber : http://www.odditycentral.com/
Sumber : http://www.odditycentral.com/
Sumber : http://www.odditycentral.com/
Sumber : http://www.odditycentral.com/
Sumber : http://www.odditycentral.com/
Sumber : http://www.odditycentral.com/
Sumber : http://www.odditycentral.com/

Leave a Reply