Pasangan Transgender

pasangan transgender
Sumber www.mirror.co.uk

Pasangan Jamie dan Louis sama sekali tidak berbeda dengan pasangan-pasangan muda lainnya kecuali mereka punya kisah masa lalu yang tidak biasa. Keduanya pernah menjalani prosedur transgender atau pengubahan jenis kelamin dengan operasi dan terapi hormon.

Jamie Eagle terlahir sebagai laki-laki sedangkan Louis terlahir sebagai perempuan dengan nama Samantha Davies. Kemunculan mereka di publik sebagai pasangan menimbulkan kehebohan karena keduanya berada dalam posisi sebaliknya. Pasangan ini menerima banyak kecaman dan surat-surat kaleng setiap harinya, namun di lain pihak mereka juga menginspirasi orang-orang untuk berani menunjukkan jati diri dan perasaan di depan umum dengan bangga.

Jamie mengatakan dia mulai tertarik pada pakaian anak perempuan dan boneka sejak berusia 3 tahun. Saat berumur 16 tahun, Jamie mulai mengenakan baju wanita dan make up saat pergi ke sekolah, lengkap dengan hair extension. Baik keluarga maupun teman-temannya mengira tingkah tidak biasa Jamie mengindikasikan bahwa dia adalah Gay.

Jamie menunjukkan bahwa dia bukanlah gay karena dia melihat dirinya sebagai wanita dan tertarik kepada pria. Dia lalu menjalani rangkaian operasi selama 1 tahun namun didahului terapi hormon selama 6 bulan untuk membantunya menghilangkan bulu-bulu tangan dan kaki, serta mengubah bentuk tubuh.

Louis sendiri tidak terlalu ingat kapan tepatnya dia mulai bersikap sebagai laki-laki. Dia hanya tidak suka disebut sebagai anak perempuan yang manis dan cantik. Sebagai gantinya, Louis bergabung dalam tim rugby, suka bergulat dan bermain skateboard, memakai celana dan kaus dalam kesehariannya.

Dalam salah satu acara sekolahnya, Louis mengikuti kemping bersama dengan tim basket putri. Saat di ruang ganti, dia melihat bahwa teman-temannya mulai menunjukkan perubahan pada bentuk tubuh mereka dan dia langsung menangis. Teman-temannya segera menghibur Louis dengan mengatakan bahwa perubahan terjadi pada waktu yang berbeda pada setiap orang.

Alasan Louis menangis sama sekali bukan karena dia cemas bentuk tubuhnya belum berubah seperti teman-temannya. Bagi Louis, kenyataan bahwa dia akan segera mengalami hal yang sama merupakan mimpi buruk yang menghantuinya setiap hari.
Saat mendengar tentang transgender untuk pertama kalinya, Louis tahu bahwa dia harus melakukannya di masa depan. Setelah mengejutkan keluarganya dan menerima dukungan mereka, Louis mulai menjalani terapi hormon selama 2 tahun.

Pada tahun 2011, Louis memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di universitas dan mengambil jurusan bisnis.
Perubahan yang dramatis pada bentuk tubuh, dan suara Louis membuat teman-teman kuliahnya mengira dia adalah seorang pria. Setelah menjalani kehidupan kuliah yang menyenangkan, Louis memutuskan dia harus memberitahu teman-temannya perihal kondisi aslinya.

Dibantu oleh seorang teman, Louis mengumpulkan sejumlah mahasiswa untuk berbagi kisah masa lalunya. Salah satu mahasiswa yang hadir adalah Jamie, yang kecantikannya segera membuat Louis terkesima. Keduanya kemudian berkencan selama 1 tahun sebelum memutuskan untuk bertunangan.

Pasangan ini sadar bahwa mereka tidak bisa selalu berharap semua orang akan menerima kondisi mereka apa adanya. Perlakuan diskriminasi dan tatapan sinis kadang-kadang masih menghampiri mereka namun keduanya yakin selama mereka percaya pada diri mereka, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Leave a Reply