Tradisi Minum Teh Berbagai Negara

tradisi minum teh
Sumber : dailyconcepts.com

Di berbagai belahan bumi, tradisi minum teh merupakan bagian dari kebudayaan dan status sosial. Walaupun teknik dan nilai yang dipegang berbeda satu sama lain, ritual minum teh tetap merupakan salah satu alternatif membangun kebersamaan keluarga.

Jepang

Upacara minum teh di Jepang dimulai sejak abad ke-16 dan dipelopori oleh Sen No Rikyu. Karena kerumitannya, upacara ini dapat berlangsung hingga 4 jam lamanya. Teh biasanya disiapkan secara khusus oleh orang yang mengerti upacara minum teh.

Pertama, tamu yang datang akan diantar ke ruang tunggu. Lalu tuan rumah akan mengajak tamu berjalan ke taman untuk mencuci tangan di pancuran taman. Setelah itu, tamu akan dibawa masuk ke ruang penyuguhan teh.

Tuan rumah akan menyiapkan teh kental dan membunyikan gong yang menandakan tamu dapat memulai upacara minum teh. Sebelum diminum, posisi cawan teh tidak boleh dibawah mulut untuk menghargai lukisan/motif pada cawan.

Bersama dengan teh, kue-kue khas Jepang berbentuk unik akan disajikan. Rasa manis pada kue akan menetralkan rasa pahit pada teh. Upacara minum teh di Jepang merupakan hal yang sakral, sehingga tidak dapat dilakukan sembarangan.

China

Di China, teh tidak disajikan bersama dengan kue karena masyarakat China sangat mengutamakan rasa dan aroma teh itu sendiri. Ada 2 buah wadah yang digunakan menikmati ritual minum teh di China, yaitu gelas dan mangkuk. Gelas untuk menghirup aroma teh dan gelas untuk meminum teh.

Untuk pembuatan teh, daun teh akan dimasukkan hingga menutupi dasar poci yang terbuat dari tanah liat. Poci kemudian diletakkan di atas mangkuk besar dan dituangi air mendidih hingga meluber. Poci kemudian ditutup agar daun teh terendam sempurna.

Teh baru dianggap selesai jika telah mengeluarkan aroma yang kuat. Air teh lalu dituang ke gelas dan tamu akan menghirup aroma teh sebagai tanda penghormatan terhadap tuan rumah. Selanjutnya teh akan dituang ke mangkuk untuk diminum.

Inggris

Di Inggris, teh merupakan minuman wajib bagi keluarga kerajaan dan bangsawan. Ritual minum teh di Inggris dimulai sejak abad ke-16 dan karena kepopulerannya, berhasil menggeser ale yang merupakan minuman nasional Inggris. Budaya ini juga melahirkan istilah afternoon tea, high tea, tea dance, tea garden, tea break, dan tea time.

Di Inggris, teh akan disajikan saat sarapan dan makan malam. Bersama dengan teh, roti selai dan sandwich akan disajikan. Sedangkan untuk afternoon tea yang dilakukan pada pukul 3 sore, teh disjikan bersama dengan irisan roti mentega, sandwich, dan aneka kue kering.

Rusia

Ritual minum teh telah dipraktekkan di Rusia sejak abad ke-17. Masyarakat Rusia biasanya menggunakan ketel samovar untuk mendidihkan air di atas tungku dan arang. Sambil menunggu air mendidih, zavarka (poci teh khas Rusia) akan dipanaskan hingga menguap.

Setelah zavarka penuh uap, daun teh akan dimasukkan hingga hangat dan layu. Zavarka kemudian ditutup agar aroma teh dapat mengendap di dalam poci. Setelah mendidih, air akan dituangkan ke dalam zavaka hingga daun teh tenggelam.

Teh yang selesai dibuat akan dituangkan ke dalam gelas perak dan diberi tetesan air lemon. Sesaat sebelum menikmati teh, sesendok selai atau gula putih akan dimasukkan ke daam mulut. Praktik minum teh ini dilakukan baik di musim dingin maupun musim panas.

Belanda

Teh biasanya disajikan sebelum makan siang (pukul 10-11 pagi) atau setelah makan malam (pukul 7-8 malam). Satu hal yang khas dalam tradisi minum teh di Belanda adalah penyajian biskuit kering di pinggir alas cangkir teh.

Leave a Reply