Xiaohe – Mumi Wanita Berambut Merah

Xiaohe
Sumber : community.humanityhealing.net

Pada tahun 1939, seorang arkeolog dari Swedia menemukan kuburan kuno di Provinsi Xinjiang yang kemudian dikenal dengan nama Xiaohe Tombs (makam sungai kecil). Namun, selama 60 tahun berikutnya, penemuan luar biasa ini terlupakan.

Barulah pada tahun 2000, makam kuno ini ditemukan kembali oleh kepala institut arkeologi Xinjiang. Karena ukuran makam yang sangat luas, para arkeolog menghabiskan waktu 5 tahun untuk melakukan penggalian secara menyeluruh.

Hasilnya, sebanyak 330 makam ditemukan dalam berbagai lapisan tanah yang berbeda. Uniknya, dalam makam kuno tersebut, sebanyak 15 mumi utuh ditemukan. Hal ini menjadikannya sebagai penggalian makam dengan penemuan mumi terbanyak dalam sejarah.

Para mumi yang ditemukan semuanya mengenakan pakaian berbahan wol dan diletakkan dalam peti berbentuk perahu. Peti kemudian dibungkus dengan kulit sapi dengan teknik khusus agar pasir tidak dapat masuk ke dalamnya.

Salah satu mumi yang menjadi sangat terkenal dalam penemuan ini adalah Xiaohe. Mumi wanita ini terlihat diawetkan dengan sangat sempurna, dimana mata dan alisnya masih tampak utuh. Ciri lainnya adalah kulit putih dan rambut berwarna merah panjang.

Penampilan Xiaohe dan mumi-mumi lain yang ditemukan dinilai lebih menyerupai bangsa Eropa daripada bangsa China sehingga banyak yang menduga mereka adalah pendatang asing. Hasil test DNA kemudian menunjukkan perpaduan antara gen dari barat dan timur.

Hal lain yang membingungkan dari penemuan lain adalah tidak adanya tanda-tanda kehidupan sehari-hari di areal sekitar makam. Para ahli pun menduga kelompok ini datang dari tempat yang jauh dan hanya datang untuk melakukan penguburan massal dengan alasan tertentu.

Leave a Reply